Tampilkan postingan dengan label Renungan Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan Islami. Tampilkan semua postingan
Minggu, 18 April 2010
Catatan kecil orang yang terbuang
Diposting oleh angri saputra di 22.00 Minggu, 18 April 2010Menjadi orang buangan atau terbuang adalah hal yang sangat menyakitkan. tapi, ini kadang terjadi pada diri kita. padahal, kita sudah berusaha untuk menjadikan diri, tindakan atau perbuatan kita untuk menyenangkan orang lain.
sayangnya, terkadang hal itu masih saja dianggap kurang oleh sebagian orang. terasa menyakitkan memang. namun, apa yang harus kita lakukan. menangis? huh ... lupakan saja cara bodoh ini. melawan? hmm ... mampukan kita jika kekuatan tidak bersama kita. jadi, harus bagaimana. mungkin sebuah cara yang dianggap terlalu tua, terlalu baik bagi diri kita, yaitu bersabar dan pasrah diri. hei ... tapi ingat! dengan bersabar dan pasrah diri segala kebaikan itu akan datang pada kita. percayalah! mungkin bukan di sini tapi nanti di sana. mereka yang mau bersabar itu adalah orang-orang pilihan, mereka yang bisa pasarah diri adalah orang-orang yang dicintai. but ... ini masih kurang belom cukup. selain itu, kita harus tetap berjuang, berdoa dan yang terutama mendoakan mereka yang menggangap kita kurang dengan hal-hal yang baik.
entahlah ... namun ini apa yang dikatakan oleh seorang tua padaku.
Label: Renungan Islami 0 komentar
Kamis, 18 Maret 2010
Diposting oleh
angri saputra
di
21.49
Kamis, 18 Maret 2010

Wahai Tuanku, pemilik jiwa ini
kenapa mereka menampikku
menghalauku masuk ke dalam istanamu
padahal mereka juga sama sepertiku
mencari dan mencari...
Wahai Tuanku, pemilik tubuh ini
topengku bukanlah milik mereka
ini milikmu..
tapi mereka mentertawakannya
menganggap busuk dan buruk topeng yang kupakai
Wahai Tuanku, pemilik nafas ini
bajuku memang tidak seindah milik mereka
tapi bajuku ini milikmu
baju yang bisa berkata "Ya aku bersaksi"
tapi mereka menghinanya dan berkata "Buang Bajumu, gantilah"
padahal mereka tidak tahu?
Wahai Tuanku, pemilik nyawa ini
bakarlah... bakar nafsu dalam tubuhku ini
dalam penjaramu
hingga nanti aku kembali
dalam dekapan sinarmu
Label: Renungan Islami 0 komentar

Wahai Tuanku, pemilik jiwa ini
kenapa mereka menampikku
menghalauku masuk ke dalam istanamu
padahal mereka juga sama sepertiku
mencari dan mencari...
Wahai Tuanku, pemilik tubuh ini
topengku bukanlah milik mereka
ini milikmu..
tapi mereka mentertawakannya
menganggap busuk dan buruk topeng yang kupakai
Wahai Tuanku, pemilik nafas ini
bajuku memang tidak seindah milik mereka
tapi bajuku ini milikmu
baju yang bisa berkata "Ya aku bersaksi"
tapi mereka menghinanya dan berkata "Buang Bajumu, gantilah"
padahal mereka tidak tahu?
Wahai Tuanku, pemilik nyawa ini
bakarlah... bakar nafsu dalam tubuhku ini
dalam penjaramu
hingga nanti aku kembali
dalam dekapan sinarmu
Label: Renungan Islami 0 komentar
Senin, 01 Februari 2010
Surga Bagi Mereka Si Pelit
Diposting oleh angri saputra di 22.09 Senin, 01 Februari 2010
Kok bisa ya orang yang pelit itu masuk Surga? bukankah Surga itu bagi mereka yang berbuat baik, benar dan selalu melakukan hal yang benar-benar bagus.
Tapi kenapa hal yang buruk itu, Pelit bisa memberikan Surga baginya. Wah kalo benar bisa berabe donk, akan ada banyak orang yang melakukan sikap pelit ini.
Sebenarnya pelit yang dimaksud adalah mereka yang selalu berhati-hati dan tidak mau melakukan kesalahan atau berbuat dosa. Oh, jadi pelit yang masuk ke Surga itu adalah mereka yang pelit melakukan dosa toh.
Bisa diterima dengan jelas nih, karena memang jika manusia bisa dan mampu untuk tidak melakukan perbuatan dosa dan kesalahan maka surga itu memang akan terbuka pintunya. karena bukankah ALLAH SWT menyukai Hambanya yang tidak melakukan perbuatan dosa dan kesalahan.
Oke, kalo gitu mari deh kita berbuat Pelit untuk tidak melakukan perbuatan Dosa itu.
Label: Renungan Islami 0 komentar
Minggu, 31 Januari 2010
Demi Masa
Diposting oleh angri saputra di 01.49 Minggu, 31 Januari 2010
Demi datangnya sebuah masa atau waktu, manusia sebenarnya berada dalam kerugian yang besar. Kecuali mereka yang mau melaksanakan yang Haq, dan bersikap Sabar.
ya, hati manusia itu bagaikan sarang penyamun. Ada banyak kejahatan di dalamnya, hembusan, bisikan. Kita sering kali mendengar dalam hati, sudah berbohong saja, sudah lakukan saja, sudah ambil saja dll. Banyak sekali di antara kita yang meragu, dan berdiri dalam kesombongan.
Kenapa manusia merugi, padahal dia sudah melakukan semuanya dengar benar?
Bisa jadi manusia tersebut merugi, karena dia lupa untuk belajar. Mengenal yang Haq, dan melupakan kesabaran. Ada banyak manusia yang senang, dan suka datang ke Mesjid, ke Pengajian. Tapi ada berapa orang yang benar-benar melaksankan yang Haq itu. Ada berapa orang yang benar-benar bisa bersabar. jawabannya, cari tahu N pikirkan sendiri ya. Bukan kapasitas saya untuk memberikan jawaban. Hanya satu hal, mari kita bersama-sama belajar untuk mencintai, dan memperlajari yang Haq. Dan terus berusaha untuk berlaku sabar.
semoga kita semua bisa N pasti mampu ya.
Label: Renungan Islami 0 komentar
Surga yang Tertutup
Diposting oleh angri saputra di 00.34
Siapa aku jika menolak masuk ke dalam istana surga. Penuh dengan keindahan, di mana sungai mengalir dengan beraneka rasa. Di mana batu permata menjadi jalan bagiku. Di mana buah-buah segar dapat langsung kupetik. Di mana suara merdu terdengar bernyanyi.
Aku memang ingin bisa pergi ke surga suatu saat nanti. Tapi apakah aku bisa, itu yang menjadi satu pertanyaannya. Entahlah, yang pasti aku akan terus berusaha untuk itu. Bagaimana dengan kalian, aku tidak tahu.
Aku berjalan di antara dinding yang memisahkan siang, dan malam. kesenangan, dan kesedihan pun juga terpisah. Dan tahukah kamu, aku berada dalam penjaraku sendiri. Sebuah penjara yang aku ciptakan dari tulang-tulang yang aku kumpulkan. Di mana dindingnya bercat darahku sendiri. Di mana jendelanya adalah air mataku.
Aku masih di sini, di atas kakiku sendiri. Dan aku terus saja berkeliling, melihat kalian yang selalu tertawa dalam kesenangan. Kalian salah, lihat aku di sini. Aku menitikan air mata untuk meminta maaf, aku berkeringat untuk mendekat, dan aku bersujud untuk memuja. Sedangkan kalian, hanya diam, dan tertawa saja. Buka mata kalian, lihatlah aku di sini.
Aku yakin saat tiba waktuku nanti, aku akan lebih baik dari kalian yang menjerit dalam siksa. Dan aku bersenang-senang dalam istanaku sendiri.
Waktu bagiku sudah dekat. Aku bisa rasakan itu, kemarilah lihat aku yang tersenyum. Ikuti aku yang terus memuja. Dan kalian akan bersamaku di surga nanti.
Oh..., Tidak...
Aku salah, aku kalah. Surga tertutup bagiku. Tidak ada kesenangan seperti yang aku harapkan. Tidak ada sungai yang berair susu untukku. Kenapa ini, aku sudah lebih dalam melakukan semua kewajibanku. Aku tiada berhubungan dengan dunia luar. Aku selalu bersimpuh dalam malam, pagi, dan siangku. Waktuku habis untuk memuja-MU. Tapi aku di sini bersama mereka yang selalu tertawa, yang berbaju dunia. Oh..., Kenapa ini.
Ya..., semuanya sudah jelas bagiku. Aku melakukan kesalahan. Aku salah dalam bertindak. Maafkan aku, ijinkan aku kembali. Akan aku rubah semuanya.
Ternyata apa yang telah aku lakukan salah. KAU memang ingin aku, kami, mereka menyembahmu. Tapi bukan berarti kami harus berlaku sombong, bukan berarti kami melupakan mereka yang kelaparan di sebelah kami, bukan berarti kami harus menutup kuping saat ada yang berteriak kebenaran.
Ya..., aku salah. Aku lupakan dia, temanku, tetanggaku yang menjerit karena laparnya, sedangkan aku mempunyai sesuatu untuk menolongnya. Aku lupakan semua yang hidup di lingkunganku. Tiada kusapa, dan kucintai. Aku begitu asik dengan duniaku sendiri. Aku selalu merendahkan semua orang, dan menganggap aku yang terbaik, padahal aku yang buruk. Karena nafsu masih ada dalam diriku.
Aku kalah..., aku salah, dan surga tertutup untukku.
Label: Renungan Islami 0 komentar
Jumat, 29 Januari 2010
Gelapnya sebuah Hati
Diposting oleh angri saputra di 22.09 Jumat, 29 Januari 2010
Mempunyai hati yang terang, dan mudah mendapatkan segala petunjuk merupakan sebuah harapan dari setiap hamba yang hidup di bumi ini. But, sometimes kita tidak bisa mendapatkan itu dengan mudah. seakan pintu menghalangi datangnya petunjuk yang kita nantikan itu.
Ada beberapa faktor yang membuat petunjuk itu tidak datang, dan membantu kita. Coba perhatikan dengan seksama, siapa tahu ada salah satu faktor yang membuat hati kita terasa gelap. Hingga kita sering melakukan kesalahan yang hanya berujung pada dosa.
menurut Abdullah bin Mas'ud ra, ada empat macam hal yang berhubungan dengan gelapnya hati seseorang itu.
1. perut yang terlalu kenyang(pendapat saya pribadi : perut yang kenyang akan menghambat pasokan oksigen ke otak, hingga membuat otak kita tidak dapat bekerja maksimal)
2. berteman dengan orang yang dzalim (pendapat saya pribadi : berdekatan apalagi berteman dengan mereka yang jahat akan membuat pikiran, dan nafsu kita dikotori dengan kegelapan.
3. Sering melupakan dosa yang pernah dilakukan ( pendapat saya pribadi : hemat saya dosa memang harus dilupakan, mungkin maksud dari sahabat di atas adalah mengingat dosa. kenapa saya bilang lupakan dosa itu, karena jika kita mau melupakan sebuah dosa yang telah kita lakukan setelah kita bertobat maka kecil kemungkinan kita akan mengingat dosa kita itu lagi. coba anda ingat dengan seksama, setelah anda bertobat tapi tidak melupakan dosa yg telah dibuat malah terus mengingatnya, pastinya anda pernah dengan perasaan bangga menceritakan dosa tsb pada orang lain kan, atau mungkin kita pernah melihat ada seseorang yang dengan bangga bercerita pernah melakukan dosa ini, dosa itu. ini semua karena dia masih mengingat dosanya.(tapi ini hanya pendapat saya pribadi, lebih baik tidak anda ikuti ya)
4. banyak berkhayal ( pendapat saya pribadi : bermimpi memang boleh, tapi jika hanya berkhayal tanpa mau berusaha ini yang berbahaya. dan kebanyakan mereka yang senang melamun akan melupakan kewajibannya.)
yuk kita lihat hadist Nabi Muhammad Saw yang di riwayatkan oleh Ibnu abd dunya : sesuatu yang aku khawatirkan atas dirimu ada dua hal yaitu: mengikuti kehendak hawa nafsu, dan banyak berkhayal. mengikuti hawa nafsu berarti menjauhi kebenaran, banyak lamunan dapat mendorong diri untuk mencintai dunia.
wah serem juga nih, so ada ga kira-kira yang masih kita simpan sikap di atas tadi, kalo masih ada ya wajar aja kan jika kita masih tidak dapat menemukan petunjuk dengan baik.
Label: Renungan Islami 0 komentar
Langganan:
Postingan (Atom)
